Eksistensialisme dalam Kemasan Saset

Eksistensialisme dalam Kemasan Saset

Selain Carl Sagan dan Bill Nye, Neil deGrasse Tyson adalah wajah yang tidak asing bagi warga yang menikmati sains populer. Sebagai advokat ilmu pengetahuan, Tyson diberkati kejernihan dalam menyampaikan konsep-konsep astrofisika. Baik dalam wawancara, ceramah, maupun buku, Tyson berhasil membawa warga pembaca merasa kerdil di tengah megahnya semesta.

Astrofisika untuk Orang Sibuk memang tidak dimaksudkan sebagai buku diktat. Setiap babnya dimaksudkan untuk memberi bayangan atas konsep astrofisika yang mudah dikenali dalam keseharian. Sebagai buku sains populer, Astofisika untuk Orang Sibuk tentu saja harus berkompromi dalam isinya. Keunggulan buku ini tentu saja melimpah. Karena dimaksudkan untuk orang sibuk dan orang awam, buku ini tidak terhindarkan sangat aksesibel. Bukan hanya mudah dan lekas dicerna, Tyson pula menyisipkan pandangan serta humor khasnya. Dari ledakan akbar (big bang), materi gelap (dark matter), hingga upaya pencarian kehidupan ekstraterestrial, kena bahas di buku ini.

Sebagai penganut sains, Tyson pun mengakui ‘celah-celah’nya. Misal, ketika ditanya tentang peristiwa sebelum ledakan akbar, Tyson mengakui bahwa para ahli astrofisika belum tahu. Namun, “…sebenarnya gagasan paling kreatif kita belum memiliki dasar sains eksperimental.” (hal. 11). ‘Celah’ dalam sains bagi Tyson bukanlah cela, melainkan peluang untuk mengetahui lebih jauh cara kerja semesta.

Jika kejernihan bahasa kurang meyakinkan warga untuk mempelajari astrofisika, Tyson juga turut memastikan bahwa setiap bahasan disampaikan dalam bab-bab yang ringkas. Tyson berhasil menerjemahkan banyak sekali konsep astrofisika yang rumit untuk dicerna. Buku ini terbilang amat ringkas dan dapat dihabiskan hanya dalam beberapa kali duduk. Jika warga pembaca bisa membaca setiap bab buku ini di ruang tunggu, maka buku ini akan selesai dalam 12 kali tunggu. Cocok belaka dengan judul dan maksud buku ini.

Dalam buku ini, Tyson juga menawarkan gambaran besar tentang cara kerja semesta. Gambaran besar tersebut disajikan tanpa kerumitan perhitungan yang terjadi di belakang papan-papan para ahli astrofisika sehingga lebih mudah dicerna oleh para warga pembaca. Maka, saya suka menyebut buku ini sebagai ‘eksistensialisme dalam kemasan saset’. Mengingat, walau buku ini tipis dan mudah dituntaskan, ia turut mendorong para warga pembaca untuk memikirkan kembali tempatnya di dunia.

Bab favorit saya sendiri adalah Bab 9 bertajuk Cahaya Tak Tampak. Bab ini membahas cahaya-cahaya yang tidak mudah dideteksi seperti inframerah, ultraviolet, dan sinar x. Sungguh menarik bagaimana Tyson menggambarkan tiap jenis cahaya ini berdasarkan panjang gelombang dan frekuensi. Tidak heran, cahaya-cahaya ini kemudian menjadi dasar inspirasi bagi banyak fiksi sains. Bab lain tidak kalah pula menariknya!

Tyson menulis seperti bagaimana ia berbicara: warga pembaca seperti dilibatkan dalam setiap bahasannya. Selain menyajikan fakta, buku ini turut pula mempertanyakan ulang dan mempertimbangkan peran kita dalam tatanan kosmik.

Namun, semua keunggulan buku ini bukan berarti tanpa harga. Memang, buku ini punya pangsa khusus yang sudah tertera di judul. Kekhawatiran tentu saja masih berlaku bila menyangkut kemudahan penyampaian dan keringkasan dalam mengkomunikasikan pengetahuan. Kedalaman pengetahuan kemudian menjadi terbatas demi mengakomodasi aksesibilitas.

Pun begitu, masih ada beberapa konsep astrofisika yang dijabarkan dengan mensyaratkan pengetahuan apriori untuk memahaminya; alias tidak benar-benar diperuntukkan bagi awam. Contohnya dalam bab Energi Gelap dan Jagat Raya di Tabel. Jika tidak benar-benar mencari tahu soal hukum relativitas dan logam-logam, bab ini rasanya agak sukar untuk dipahami oleh awam.

Namun, jika warga pembaca bersedia berkompromi pula dengan batasan-batasan buku ini dan Tyson sebagai penulis, buku ini sungguh perlu dibaca. Para warga pembaca tinggal lepas landas dari buku ini ke buku-buku sains populer lain, dan bergerak dari eksistensialisme berkemasan saset ke ukuran galon. Atau tangki, tergantung minat pembaca belaka. Hehe.


Informasi Buku

JudulAstrofisika untuk Orang Sibuk
PenulisNeil deGrasse Tyson
PenerbitGramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman164 halaman

Discover more from Kasat Kata Kultur

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a comment